Senin, 25 Januari 2016
Senin, 07 Desember 2015
Jumat, 04 Desember 2015
COR Repeater dan Tone
rangkaian tone control disini bukanlah tone control tingkat profesional namun tone control sederhana, hanya memfilter suara atau nada tinggi (treable) rendah (bass) yang dapat lewat pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk hasil yang sesuai dengan yang diinginkan sebaiknya kalibrasi nilai tahanan VR dengan besar kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.
MEMBUAT INTERFACE GATEWAY UNTUK ZELLO
Halo teman teman, kali ini saya akan coba membahas eksperimen membuat interface gateway untuk Zello. sebelumnya saya coba jelaskan dulu apa yang disebut zello, mungkin sebagian rekan2 masih belum mengenalnya.
Zello adalah sebuah software gratis yang bisa di download di internet, aplikasi yang mirip dengan radio komunikasi biasa. hanya saja link yang digunakan tidak menggunakan sinyal radio frekuensi, melainkan menggunakan koneksi internet. karena aplikasi ini sama dengan radio komunikasi seperti HT / Rig yang biasa kita gunakan maka Zello ini sama memilki tombol PTT. kita harus menekan tombol PTT pada saat ingin berbicara / Transmit. kalo di radio biasa kita harus menentukan freqkuensi. pada zello ini kita harus menentukan lawan bicara berupa username. ataupun room atau channel untuk berbicara dengan beberapa orang dalam ruang yang sama.
Kelebihan Zello ini adalah software yang multiplatform. software nya tersedia untuk PC / Komputer biasa. juga untuk Ponsel seperti Blackberry, Android, atau iPhone. sehingga semua pengguna zello yang berbeda platform bisa saling berkomunikasi.
Lalu apa yang dimaksud dengan “interface gateway” ? interface gateway ini adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan software Zello dengan Radio komunikasi yang biasa kita gunakan. seperti HT ( handyTalky ) atau pun RIG base station. sehingga efek nya lebih dahsyat yaitu Pengguna Radio bisa saling terhubung dengan pengguna software Zello ataupun sebaliknya.
dengan kata lain yaitu kita bisa berkomunikasi menggunakan ponsel dimanapun selama Zello kita terkoneksi ke internet berkomunikasi dengan rekan rekan kita di Udara. misalkan kita sedang berada di tempat kerja / dikantor / di luar kota, atau di kampus kita bisa berkomunikasi dengan rekan kita yang menggunakan HT di udara.
sehingga sudah tidak terbatas lagi jangkauan sinyal radio selama zello kita terkoneksi, memungkinkan kita dimana saja bisa berkomunikasi dengan mereka yang di radio. walaupun kita sedang berada di luar negri.
coba perhatikan gambar dibawah ini adalah ilustrasi komunkasi radio yang bisa saling terhubung dengan zello.
OK kita cukupkan perkenalan Zello & Interface gateway nya, mari kita bahas di sisi teknis nya sekarang. silahkan perhatikan skema atau layout pcb dibawah ini.
sebelumnya saya coba jelaskan secara umum rangkaian ini berfungsi untuk menghubungkan antara Radio dengan Komputer yang menjalankan software Zello untuk dijadikan gateway atau menjembatani pengguna radio dengan pengguna Zello.
terlihat di bagian atas kanan terdapat tulisan Radio & PC. tidak lain adalah sebagai input / output audio yang dihubungkan ke radio dan PC.
Line out audio dari komputer terhubung ke Line in atau Mic input Radio. melewati kopling kapasitor 10uF dan melewati Potensio. agar volume atau intensitas audio nya bisa kita atur ( potensio bawah kanan ) dan sebaliknya Line out / Speaker out dari Radio kita hubungkan ke Line in atau Mic input Komputer melalui kompling kapasitor dan Potensio ( kiri bawah ).
sehingga dengan crossing audio seperti diatas secara audio pada komputer dan radio sudah saling terhubung.
Kemudian kita bahas mengenai bagaimana tombol PTT di Zello dan di Radio bisa menekan otomatis pada saat ada ada yang berbicara.
kita mulai dari Radio ke PC terlebih dahulu. Zello pada PC terdapat tombol PTT yang harus kita tekan apabila kita ingin berbicara, dengan kata lain pada kasus ini tombol PTT ini harus ditekan pada saat Radio menerima sinyal atau pada posisi RX / receive. lalu bagaimana cara nya setiap kali radio RX harus menekan tombol PTT di zello? tombol PTT pada zello dapat kita ubah dengan trigger tombol pada Keyboard maupun Mouse, kita ambil contoh PTT kita aktifkan tombol trigger menggunakan tombol F9. atau tombol lainnya. pada kasus ini kita coba ubah settingan tombol PTT menggunakan middle button pada mouse, atau scroll button. kemudian scroll button kita sambungkan ke optocoupler yang digerakan oleh tegangan COR pada radio. titik COR pada ini akan mengeluarkan tegangan pada saat radio posisi RX. ada 2 macam kondisi yaitu active Low atau active High pada saat radio RX. tidak semua radio memiliki fitur COR out yang sudah tersedia pada jack diluar. beberapa radio yang sudah ada COR out antara lain adalah Alinco DJ196 / DJ496, Alinco DR135/DR135 ataupun radio Motorola seri GM seperti GM300, GM3188 dan GM lainya.
Sehingga kita harus mengorbankan 1 buah mouse untuk proyek kali ini. sebaiknya gunakan mouse yang diatas 40rb. karena percobaan saya menggunakan mouse yang murah meriah ternyata menimbulkan noise yang bisa mengganggu suara radio. noise dari ic mouse masuk ke radio. percobaan saya menggunakan mouse yang diatas 40rb tidak ada noise yang mengganggu.
pada Radio HT Alinco jenis Alinco DJ196 / DJ496 titik COR bisa kita ambil pada jack microphone ( jack 2,5mm ) di titik tengah. gunakan jack 2,5 yang 3 pole atau stereo. titik ujung adalah Mic input, titik tengah adalah COR out. dan yang terakhir adalah ground. mode COR pada radio ini adalah Active High dengan kata lain titik COR ini akan mengeluarkan tegangan 5 Volt pada posisi RX dan akan Low / 0 pada posisi standby. ada menu yang harus kita aktifkan yaitu EXP=ON pada menu radio. cara nya dengan menekan tombol Function beberapa detik kemudian masuk ke menu setting cari menu EXP dan pindahkan ke posisi ON. titik COR out dari radio ini hubungkan dengan rangkaian diatas ke titik H. yang artinya active High COR input. kemudian kita perhatikan pada skema / layout diatas dari titik H tersebut masuk ke basis transistor NPN ( transistor kanan bawah ). transistor ini berfungsi sebagai switch. Emittor terhubung ke Ground. kemudian Collector akan ke posisi low atau 0 pada saat tegangan masuk ke basis. kaki collector kita hubungkan ke optocoupler. dan output optocopuler kita sambungkan dengan tombol Mouse ( middle button atau scroll button ).
Untuk Radio RIG jenis Alinco DR135 / DR435 kita dapat ambil titik COR pada jack DB9 kaki nomor 1 ( silahkan cek buku manual ) DR135 / DR435 ini active Low pada saat RX. jadi silahkan hubungkan titik COR nya ke input active Low pada rangkaian diatas ( saya beri tanda L ) alur rangkaian nya sama seperti diatas. transistor akan menggerakan optocoupler pada saat COR active Low, dan optocopuler menggerakan tombol middle button pada Mouse.
Begitu juga dengan Radio Motorola GM series. titik cor default nya ada kaki nomor 8 pada konektor belakang. sama dengan DR135 yaitu active Low pada saat posisi RX, tetapi ada sebagian radio yang belum di setting cor out nya, silahkan setting terlebih dahulu menggunakan software GM ini.
nah..selesai sudah sesi trigger tombol PTT Zello pada saat Radio posisi RX. mari kita lanjut ke Trigger PTT radio pada saat Zello kita RX atau pada saat menerima voice dari pengguna zello yang lain.
mungkin dari teman teman sudah ada yang mencoba software EQSO atau e10.25 cara kerja software ini untuk menekan tombol PTT yaitu melalui port COM pada komputer. salah satu pin pada port COM ini mengeluarkan tegangan yang kemudian digunakan untuk men trigger tombol PTT pada radio.
Berbeda dengan Zello. Zello tidak ada fitur untuk mengeluarkan tegangan pada port COM. lalu bagaimana meng “akali” nya ya? salah satu cara nya yaitu yaitu menggunakan VOX detektor atau menggunakan Nada DTMF yang di sisipkan pada saat voice message masuk dan voice masuk selesai.
yang akan kita bahas kali ini adalah menggunakan trigger nada DTMF, seperti kita lihat diatas ada 1 buah ic yaitu MT8870, adalah sebuah receiver DTMF dengan output BCD, ada 4 pin output dari IC tersebut. Q1 Q2 Q3 Q4.
pada proyek ini kita hanya menggunakan 2 nada DTMF saja. yaitu nada DTMF nomor 1 dan nomor 1. pada saat IC menerima nada DTMF angka 1 pada output Q1 akan mengeluarkan sinyal Logic High dan pada saat IC menerima DTMF angka 2 action Q1 akan menjadi Low dan Q2 menjadi High. sehingga bisa kita manfaatkan Q1 ini untuk menekan tombol PTT. seperti pada skema/layout diatas. kaki Q1 saya sambungkan ke basis transistor NPN, emittor ke Ground. dan collector disambungkan ke PTT Radio. untuk radio jenis RIG control ptt dipisahkan dengan MIC, kita bisa sambungkan langsung dari kaki colector kemudian melewati dioda yang dipasang terbalik, tetapi untuk jenis HT control PTT di umpankan bersamaan dengan MIC input. Radio HT akan Transmit apabila rangkaian mic ini tertutup. sehinga cukup disambungkan dengan titik Mic in dengan tambahan 1 buah resistor setelah dioda agar HT tersebut mendeteksi rangkaian tertutup. sehingga radio menjadi transmit.
Pada software Zello harus kita setting untuk incoming message alert dan new message alert dengan menyisipkan nada DTMF angka 1. dan incoming message ended alert menyisipkan nada DTMF angka 2. sehingga pada saat zello receive message akan mengeluarkan tone DTMF angka 1 terlebih dahulu… kemudian akan mengeluarkan tone DTMF angka 2 pada saat message nya selesai. yang selanjutnya tone tersebut dimanfaatkan oleh IC MT8870 untuk menekan tombol PTT pada radio.
gambar diatas adalah setting Zello options yang sudah saya bahas diatas. silahkan rubah PTT menggunakan midle mouse button, kemudian sisipkan DTMF angka 1 pada New conversation alert dan Incoming message alert. juga sisipkan DTMF angka 2 pada Incoming message ended alert.
kemudian pada skema diatas terdapat VCC ( kiri atas ) silahkan sambungan ke tegangan 5 volt bisa diambil pada tegangan mouse yang mendapat supply dari PC. kemudian titik COM bisa kita gunakan kalau rangkaian diatas digunakan muntuk aplikasi EQSO.
Selesai sudah misi kita untuk menyambungkan Radio dengan Zello ini sehingga bisa kita sebut sebagai Gateway / Zello Radio gateway. komunikasi kita semakin seru dengan adanya gateway. karena kita bisa kapan saja dimana saja berkomunikasi melalui ponsel dan terhubung dengan teman teman kita di udara / radio.
berikut ini wiring nya untuk DJ196 & Rig DR135 / Motorola GM
berikut poto poto yang saya buat sudah dilengkapi Box.
Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membuat Zello interface gateway ini kurang lebih sekitar 200rb termasuk mencetak PCB, komponen komponen, BOX, kabel., jack / konektor2 hingga siap digunakan.
Rabu, 25 November 2015
Senin, 23 November 2015
Sejarah rapi
Sesuai dengan namanya, anggota RAPI menggunakan perangkat radionya untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya. Sebagai dasar verifikasi identitas pengguna perangkat radio digunakan call sign JZ (baca: Juliet Zulu) untuk semua anggotanya tanpa pembedaan hirarki.
Sejarah
KRAP atau Komunikasi Radio Antar Penduduk adalah komunikasi radio yang pada awalnya menggunakan band frekuensi 26.968 - 27.405 MHz yang di negara asalnya Amerika Serikat terkenal dengan nama Citizen Band Radio (CB). Sejak tahun 1958, di Amerika, secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk, sebagai organisasi pengelolanya adalah Federal Communication Commission (FCC) yang bertugas mengendalikan dan membina serta membina para penggemarnya yang semakin banyak.Mulai era tahun 70-an penggunaan CB merambah bumi Nusantara dan terus berkembang walaupun penggunaannya masih belum terkendali karena belum ada ketentuan yang mengaturnya.
Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No. S1.11/HKn 501/Phb-80tanggal 6 Oktober 1980 tentang perijinan penggunaan radio antar penduduk, yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No. 125/Dirjen/1980 yang menetapkan Keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatanpengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk, tertanggal 10 Nopember 1980. Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).
Pada tanggal 31 Oktober 1980 Ditjen Postel menunjuk Team Formatur dengan surat No. 6356/OT.002/Disfrek/80, dengan tugass untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pengelolaan, pembinaan dan pengendalian komunikasi radio antar penduduk.
Minggu, 22 November 2015
PEMANFAATAN 2 BUAH RADIO PORTABLE MENJADI SEBUAH PORTABLE REPEATER
Guna memaksimalkan penggunaan Portable Repeater ini juga ditentukan oleh User atau pemegang radio Portable Handy Talky yang berada di lapangan untuk memahami pola rambatan dan hambatan sinyal radio yang dipancarkan ulang oleh Portable Repeater dari Portable Handy Talky ke Portable Handy Talky yang lainnya. Radio Frequensi (RF) jenis Ultra High Frequensi (UHF) mempunyai pola rambatan dan hambatan .
Bahan-bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan 1 unit Portable Repeater adalah sebagai berikut :
a. 2 buah Handy Talkies jenis UHF FM Suicom minimal 5 watt sebagai pemancar dan penerimanya.
b. Box Case Amplifier
c. 2 unit antenna UHF.
d. Modul COR (Carrier Operated Relay)
e. ATX Power Supply.
f. Regulator 9 volt
1. Siapkan Boc case amplifier yang masih bagus dan hapus semua tulisan bawaannya dengan menggunakan cat spray/pilok supaya kelihatan manis.... (kaya kucing aja manis)... he he.


4. Barulah setelah itu rakit rangkaian Modul COP (Carrier Operated Relay) :
atau menggunakan rangkaian lain yang sudah banyak di internet
Setelah itu setting semua rangkaian dalam box case amplifier, dan layaknya diperlukan pengeboran di sisi2 tertentu untuk kedudukan modul, Radio TX maupun RX nya. untuk desain memang dibutuhkan ketrampilan dan kesabaran.
Demikian semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan yang positif.
Modifikasi Antena Telek menjadi Telek Trek Dengan Tambahan 1 Loading Coil Hutsler
Modifikasi Antena Telek menjadi Telek Trek Dengan Tambahan 1 Loading Coil Hutsler
Apabila kita sudah memiliki antena telex untuk membuat loading coil hutsler yang akan kita gunakan untuk modifikasi antena telex kita harus memilih diameter pipa aluminium yang sesuai(lebih kecil dari pada pipa aluminium/elemen antena telex paling atas)sehingga elemen antena telex trex yang paling atas sangat kecil,namun tidak masalah,tidak mengurangi daya pancar ataupu ricifer kita.
Untuk menghindari agar elemen paling atas tidak terlalu kecil sebaiknya antena telex yang mau di modifikasi kita menggunkan antena telek yang cukup ternama(gasden set) dan pipa aluminium/elemenya lumayan besar kuat dan kokoh.
Jadi ketika kita tambahi loading hutsler tidak terlalu kecil dan terlihat gagah dan kokoh/tidak melengkung,karena kalau pipa/elemenya terlalu kecil ketika antena telex tidak di modifikasi tidak masalah,akan tetap lurus setelah di modifikasi dengan adanya penambahan loading hutsler yang panjangnya -+160 cm ahirnya antena jadi bengkok/melengkung karena menahan beban dan panjangnya menjadi 2x lipatnya.
Untuk telek trek ini peningkatan daya pancarnya cukup lumayan dan tidak mengurangi kualitas ricivernya karena antena telek memang terkenal dengan kepekaan ricivernya yang bagus sehingga banyak penggemarnya
Cara membuat loading coilnya sama persis dengan cara membuat loading coil untuk antena hutsler seperti terlihat pada gambar di bawah ini,untuk menentukan panjang kawat yang kita gunakan untuk membuat kumparan/loading coil adalah dengan menggunakan rumus 1 lamda,jadi kita tidak usah terpancang berapa jumlah lilitan yang akan kita buat,cukup tentukan diameter kumparan diameter kawat sesuai dengan kebutuhan/semakin besar semakin bagus/kuat.
Untuk sirip atau reflektor tidak kami bahas di sisni karena kita hanya modifikasi tidak membuat dari awal,namun jika ingin membuat dari awal juga bisa semua kebutuhan untuk merakit antena hampir ada di toko elektronika,tetapi setelah kami hitung hitung tenyata biayanya lebih mahal di banding dengan beli antena telex lalu di modifikasi.
Setelah selesai merakit langsung saja kita setting sesuai chanel yang kita pergunakan,untuk mencari posisi metcing gunakan SWRmeter atau bisa juga di hitung dengan rumus 5/8 lamda yaitu 300;freqwensi kita beroperasi x 5/8=......
Bagai mana kang mas mbakyu mudah bukan hanya dengan sedikit sentuhan/modifikasi dan dengan tambahan biaya yang tidak terlalu banyak antena telek kita lebih terlihat gagah dan tentu dengan daya pancar yang semakin besar.























